Ini 6 Prioritas Asosiasi Petroleum Indonesia Tahun Depan

Suasana pameran The 41st Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2017, di Jakarta, Rabu (17/5). – JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA–Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Ronald Gunawan yang telah terpilih melalui Rapat Tahunan menyebutkan enam prioritas asosiasi di 2018.

Menurutnya, sepanjang 2017 kerja sama asosiasi dengan pemerintah sudah cukup baik yakni dengan sejumlah perubahan regulasi. Sebagai contoh, tentang Peraturan Menteri No.8/2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split dan revisinya yakni Peraturan Menteri No.52/2017.

Capaian lainnya yakni terbitnya Peraturan Pemerintah No.27/2017 tentang perubahan Peraturan Pemerintah No.79/2010 yang mengatur tentang perlakuan pajak penghasilan dan biaya operasi yang bisa dikembalikan.

Di tahun depan, dia menyebut akan meningkatkan kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan daya saing investasi melalui enam poin prioritas.

“Kita akan terus bekerja sama meningkatkan daya saing, salah satunya PI (participating interest/saham partisipasi) 10% itu, tentang gas price. Jadi sebenarnya ada enam item yang kita lihat sangat penting,” ujarnya.

Enam poin tersebut yakni pertama, tentang peraturan perpajakan yang diterapkan dalam kontrak bagi hasil kotor atau gross split. Hingga saat ini, ujar Ronald, pelaku usaha masih menanti aturan perpajakan yang digunakan dalam jenis kontrak yang diperkenalkan awal 2017 itu.

Kedua, masalah perizinan lintas kementerian dan lembaga. Ketiga, kelanjutan proses Rancangan Undang Undang Minyak dan Gas Bumi No.22/2001. Keempat, perumusan harga gas hulu yang bisa mendukung investasi baru.

Kelima, aturan tentang implementasi kegiatan pengurasan lanjutan atau enhanced oil recovery (EOR). Terakhir, regulasi tentang penerapan penawaran dan penanggungan PI 10% blok migas kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di lokasi proyek.

Seperti diketahui, berdasarkan pemilihan yang dilakukan oleh 38 wakil perusahaan minyak dan gas bumi juga 107 mewakili perusahaan jasa penunjang, terpilih 13 nama dewan direksi.

Adapun, dewan direksi diperoleh dari nama dengan suara terbanyak dari anggota. Kemudian, para dewan direksi yang terpilih, menetapkan pengisi jabatan presiden. Lalu ditetapkan Ronald Gunawan mewakili Medco Energi International, Tbk menjadi presiden menggantikan Christina Verchere dari BP Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai presiden selama dua tahun.

Christina, kini menjabat sebagai bendahara. Sementara itu, untuk jabatan sekretaris yang sebelumnya diisi Ronald, kini ditempati Tumbur Parlindungan dari Saka Indonesia Pangkah Limited.

Selain itu, susunan lainnya masih sama dengan dua nama yang berganti yakni wakil dari PetroChina, Gong Bencai dan Sammy Hamzah dari Ephindo, tak lagi masuk. Kedua nama ini, digantikan Kevin S Moore dari Husky Anugerah Ltd dan Moh Zaini MD Noor dari Petronas Carigali Indonesia Operation.

Source : bisnis.com