Industri Galangan Kapal Dibanjiri Pesanan

Industri galangan kapal nasional dinilai kembali bangkit, order sedang membanjiri galangan nasional. Berbanding terbalik dengan galangan kapal luar negeri yang tengah dilanda kelesuan ekonomi.

Menurut Tjahjono Roedianto, Wakil Ketua Ikatan Perusahaan Kapal Nasional dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Galangan kapal nasional ada 250, sekarang ini semuannya sedang sibuk membangun kapal baru.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Tjahjono menegaskan Galangan kapal nasional, sedang sibuk menyelesaikan kapal berbagai pesanan pemerintah. “Hampir semua kementerian pesan kapal patroli, mungkin cuma Kementerian Pendidikan saja yang tidak ,” kata dia berkelakar.

Mantan Dirut PT Dok Koja Bahari itu menyatakan, Kementerian Perhubungan, misalnya memesan 200 unit kapal baru. Ditambah lagi pesanan dari beberapa pDaya Radar Utamaerusahaan swasta nasional.

Persoalannya, industry komponen perkapalan dalam negeri belum berkembang. ‘Hampir 60-70 persen komponen masih impor. Disini belum ada pabrik mesin kapal, jangkar kapal, dan baling-baling. Skala ekonominya tidak cukup. Investor khawatir, apakah akan ada pesanan kapal berikutnya,” kata Tjahjono.

Kata direktur PT Daya Radar Utama ini, investor yang akan bangun pabrik untuk supply salah satu komponen kapal sangat berat, mengingat komponen yang diperlukan tidak banyak. Misalnya, untuk satu kapal hanya butuh 1 hingga 3 baling-baling. Lampu juga tak banyak. Padahal bangun kapalnya sekitar 2 tahun sekali. Apakah kalau begitu pabrik bisa jalan? Jadi hal itulah yang dahulu membuat investor tidak tertarik.

Namun sekarang, setelah program tol laut yang dicanangkan pemerintah, industry maritim kembali dilirik. “Tiap hari saya didatangi orang menawarkan baling-baling, jangkar kapal dan mesin. Itu bagus. Sayang, pabriknya masih di luar negeri,” ujarnya. Ow

Source : Ocean Week – No. 340/XV – February 21 – March 6, 2016