Indonesia Jadi Anggota Tokyo MoU, Ini Keuntungannya

Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan menilai partisipasi Indonesia dalam keanggotaan Tokyo MoU memberikan sejumlah benefit dalam menjaga standard keamanan dan keselamatan kapal.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt. Jhonny R Silalahi mengatakan hasil pemeriksaan Port State Control (PSC) di bawah naungan Tokyo MoU diakui secara internasional. Keanggotaan Indonesia di Tokyo MoU juga membuat pelabuhan di Indonesia terbuka bagi kapal-kapal asing.

“Selain itu juga, kita bisa mendapatkan informasi baru tentang aturan yang berlaku serta guideline tentang cara kerja PSC secara internasional,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Untuk diketahui, Tokyo MoU adalah organisasi Port State Control (PSC) yang terdiri dari 20 negara anggota di Asia Pasifik. Organisasi ini bertujuan mengurangi pengoperasian kapal di bawah standard internasional lewat kerja sama kontrol di masing-masing negara anggota.

Setiap kapal harus menerapkan aturan standard International Maritime Organization (IMO) dan International Labour Organization (ILO, antara lain terkait keselamatan di laut, perlindungan lingkungan maritim, kondisi kerja, dan kehidupan awak kapal.

Jhonny menerangkan, secara umum PSC Indonesia mendapatkan penilaian yang baik di dalam keanggotaan Tokyo MoU. Dia juga mengklaim Indonesia disegani dan memberikan kontribusi besar dalam menjaga pemenuhan aturan konvensi dalam beberapa aspek, antara lain kelaiklautan, keselamatan, keamanan, ketertiban, dan perlindungan maritim.

Source : bisnis.com