Harga Minyak Menguat di Tengah Sentimen Pelemahan

Harga Minyak Menguat di Tengah Sentimen Pelemahan Pelaku pasar tengah menanti laporan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) pada pukul 16.30 dan data resmi Energy Information Administration (EIA) hari Rabu waktu setempat. (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak ditutup sedikit membaik pada hari Selasa waktu Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya tumbang akibat menguatnya nilai tukar dolar AS dan munculnya tanda-tanda pelemahan permintaan di China.

Dikutip dari Reuters, berkibarnya nilai tukar dolar AS tehadap beberapa mata uang menekan harga minyak. Sebab, kuatnya mata uang Dollar membuat harga minyak dengan denominasi dolar AS menjadi lebih mahal dibandingkan mata uang lainnya. Adapun, beberapa investor sempat mengalihkan perhatiannya ke emas dan minyak kemarin seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara.

Di sisi lain, produksi kilang-kilang di China mencapai titik rendah sejak September tahun lalu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan China akan melemah.

Lihat juga :Jokowi Patok Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Depan

Di tengah berbagai sentimen tersebut, harga Brent tetap menguat tipis US$0,07 per barel ke angka US$50,8 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS tercatat melemah US$0,04 per barel ke angka US$47,55 per barel.

Adapun, pelaku pasar tengah menanti laporan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) pada pukul 16.30 dan data resmi Energy Information Administration (EIA) hari Rabu waktu setempat.

Lihat juga : Sri Mulyani: Uang Pajak untuk Bantu Usaha Rakyat Kecil

(agi)

Source : cnnindonesia.com