Harga Minyak Melonjak, IHSG Diramalkan Menanjak

Harga Minyak Melonjak, IHSG Diramalkan MenanjakIndeks Harga Saham Gabungan berpotensi bergerak di teritori positif pada perdagangan hari ini, ditopang oleh bangkitnya harga minyak mentah dunia. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak di teritori positif pada perdagangan hari ini, Selasa (16/5), ditopang oleh bangkitnya harga minyak mentah dunia tadi malam.

Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, harga minyak mentah dunia tadi malam naik dua persen ke level US$48,52 per barel. Hal disebabkan pelaku pasar merespon positif pernyataan Arab Saudi dan Rusia yang akan memperpanjang pemangkasan produksi sampai Maret tahun depan.

“Saham-saham berbasiskan energi akan mendapat momentum rebound lanjutan seiring rebound harga minyak mentah dunia,” ungkap David dalam risetnya, dikutip Selasa (16/5).

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi amunisi bagi IHSG. Menurut David, hal tersebut akan memberikan imbas positif pada saham sektor perbankan, konsumsi, dan properti.

“IHSG berpeluang menembus kembali level 5.700 dengan resisten di 5.720. Sedangkan support saat ini di 5.650,” terang David.

Di sisi lain, analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menilai, IHSG masih rentan terkoreksi karena penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin tidak didukung oleh jumlah volume saham yang ditransaksikan.

Bahkan, data ekonomi terkait jumlah ekspor dan impor yang masih terbilang stabil tidak cukup mendorong penguatan signifikan untuk indeks.

“Diharapkan laju IHSG masih menyimpan peluang kenaikan dengan mengesampingkan minimnya sentimen positif,” papar Reza dalam risetnya.

Reza mengingatkan agar pelaku pasar lebih selektif dalam melakukan transaksi. Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.632-5.660 dan resisten 5.705-5.722.

Adapun, IHSG kemarin menguat 13,65 poin (0,24 persen) ke level 5.688 setelah bergerak di antara 5.649-5.693.

Sementara itu, mayoritas saham Wall Street tercatat positif tadi malam. Dow Jones ditutup naik 0,41 persen ke level 20.981,94, kemudian S&P500 menanjak 0,48 persen di level 2.402,32, dan Nasdaq menguat 0,46 persen ke level 6.149,68.

“Penguatan Wall Street ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Korea Peninsula dan meningkatnya risiko keamanan dunia maya setelah serangan siber ransomeware WannaCry melanda sekitar 150 negara,” kata David. (gir)

Source : cnnindonesia.com