Harga Minyak Kembali Tergelincir oleh Sentimen OPEC

Harga Minyak Kembali Tergelincir oleh Sentimen OPECBelum jelasnya perpanjangan komitmen pemangkasan produksi minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menjadi penyebab pelemahan. (REUTERS/David Mdzinarishvili)

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak mentah dunia kembali tergelincir pada perdagangan kemarin, Rabu (29/11) karena belum jelasnya perpanjangan komitmen pemangkasan produksi minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Komentar yang saling bertentangan dari menteri perminyakan beberapa negara terkait rencana perpanjangan komitmen pemangkasan produksi minyak, sehari jelang pertemuan OPEC, menjadi pemicunya.

Dilansir dari Reuters, Kamis (30/11), harga minyak Brent turun US$0,5 atau 0,8 persen menjadi US$63,1 per barel. Hal sama juga terjadi pada harga minyak mentah AS yang merosot US$0,69 menjadi US$57,3 perbarel, turun 1,2 persen.

Lihat juga : OPEC Belum Jelas, Harga Minyak Lemas

Harga minyak mentah dunia terus menurun dalam tiga hari terakhir karena menanti kepastian hasil pertemuan OPEC yang bakal digelar hari ini, Rabu (30/11), di Wina, Austria.

Negara anggota OPEC dan non-OPEC, seperti Rusia, kemarin memberian sinyal bakal memperpanjang komitmen pemangkasan produksi. Keputusan itu dapat dikaji ulang pada Juni 2018, jika pasar mulai terlalu panas (overheat).

Sebelumnya, OPEC dan Rusia, dan beberapa negara produsen minyak dunia sepakat untuk memangkas produksi minyak 1,8 juta barel per hari (bph) sejak awal Januari 2017 hingga Maret 2018. Hal itu dilakukan untuk mengurangi pasokan minyak dunia dan pada akhirnya dapat mendongkrak harga.

Lihat juga : Pemerintah Jamin Stok BBM dan Gas di Bali Aman

Tekanan pada pasar minyak dunia dalam beberapa hari terakhir terjadi karena karena ada kekhawatiran bahwa perpanjangan tersebut hanya akan terjadi dalam jangka pendek.

“Kesepakatan untuk memangkas produksi saat ini mungkin telah dimasukkan ke dalam harga dan saat mereka [OPEC] mengumumkannya, pasar akan mencari hal apa yang selanjutnya akan terjadi,” ujar Manajer Riset Pasar Tradition Energy Gene McGilian di Stamford, Connecticut, AS.

Pasar tidak terlalu terdampak dari berkurangnya 3,4 juta barel pasokan minyak mentah AS yang di lebih besar dari ekspektasi. Meskipun pasokan bensin dan minyak distilasi naik dari yang diantisipasi oleh pasar.

Harga Minyak Kembali Tergelincir oleh Sentimen OPEC

Harga minyak mentah berjangka sempat menyentuh level tertinggi dalam salah satu sesi perdagangan pasca Menteri Minyak Kuwait Essam al-Marzouq menyatakan komite pengawas kunci OPEC merekomendasikan perpanjangan pemangkasan produksi minyak dilakukan hingga akhir 2018.

Namun sentimen positif itu ditahan oleh pernyataan Menteri Minyak Rusia, yang menyatakan pasar minyak saat ini masih belum seimbang.

OPEC juga masih mempertimbangkan faktor penangkal kebijakan yaitu naiknya produksi minyak di AS, dan klausa yang memungkinkan untuk melakukan kajian kembali terhadap perpanjangan pada pertemuan musim semi 2018 di bulan Mei atau Juni.

Lihat juga : Pangsa Pasar Sawit di Uni Eropa Masih Bergairah

Keraguan untuk menyepakati jangka waktu perpanjangan utamanya dipicu oleh Rusia. Rusia khawatir kenaikan harga yang mengikuti keputusan perpanjangan bakal menyakiti ekspor negaranya.

Beberapa produsen Rusia mempertanyakan logika dibalik keputusan untuk memperpanjang komitmen pemangkasan tersebut karena akan membuat negara yang bersepakat kalah dalam perebutan pangsa pasar dengan produsen AS.

Produksi minyak AS secara mingguan menyentuh titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang pekan lalu, produksi minyak AS naik mencapai 9,8 juta bph.

Lihat juga : Pipa Keystone Beroperasi, Harga Minyak Tergelincir

Namun, Badan Administrasi Informasi Energi AS menyatakan, angka itu masih lebih rendah dari capaian produksi sebelumnya, yang bisa menyentuh lebih dari 10 juta bph.

“Meskipun harga minyak mentah [AS] ada di kisaran US$56 hingga US$57, aksi lindung nilai telah banyak dilakukan, jadi kita akan terus melihat kenaikan produksi dari AS,” ujar Direktur Riset Komoditas Sandy Fielden.

Berkurangnya pasokan minyak AS disebabkan oleh berhentinya operasional pipa minyak Keystone yang memangkas persedian hub minyak di Cushing, Oklahoma, sebesar 2,9 juta barel, tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Pipa minyak yang dialiri 590 ribu bph itu telah beroperasi kembali pada Selasa lalu. (gir)

Source : cnnindonesia.com