Harga Minyak Indonesia Bulan Oktober Naik 2,95 Persen

Harga Minyak Indonesia Bulan Oktober Naik 2,95 PersenTim Harga Minyak Indonesia mencatat, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Oktober 2017 di angka US$54,02 per barel. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia — Tim Harga Minyak Indonesia mencatat, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Oktober 2017 di angka US$54,02 per barel. Angka ini meningkat 2,95 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar US$52,47 per barel.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), peningkatan harga minyak mentah Indonesia ini sejalan dengan harga dated Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan komponen pembentuk ICP.

Harga dated Brent naik sebesar US$1,32 per barel dari US$56,05 per barel ke angka US$57,36 per barel, sementara harga WTI naik US$1,72 per barel dari US$49,88 per barel menjadi US$51,59 per barel.

Lihat juga :Analis Perkirakan Konsumsi Kerek Harga CPO Tahun Depan

Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh beberapa faktor. Yang pertama, organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) mengoreksi pertumbuhan permintaan minyak dunia di tahun ini sebesar 1,45 juta barel per hari atau naik 30 ribu barel per hari dari prediksi sebelumnya.

Selain itu, berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA) tingkat persediaan bensin dan minyak mentah komersial di Amerika Serikat di bulan Oktober 2017 mengalami penurunan masing-masing 2 juta barel dan 7,7 juta barel dibanding persediaan akhir Oktober 2017.

Lihat juga:Krisis dan Lilitan Utang Venezuela, Si Negara Kaya Minyak

Faktor lainnya, OPEC juga merevisi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2017 sebesar 3,5 persen atau naik dari sebelumnya 3,4 persen. Sementara, perkiraan pertumbuhan untuk 2018 tetap tidak berubah, yakni pada level 3,4 persen.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh laporan Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Timur dan Pasifik direvisi naik sehingga masing-masing menjadi 6,4 persen di tahun 2017 dan 6,2 persen untuk tahun 2018.

Di samping itu, peningkatan permintaan minyak dari Korea Selatan dan Jepang juga mempengaruhi penguatan harga minyak. (gir)

Source : cnnindonesia.com