Harga Beras Hingga Semen Turun Berkat Tol Laut, Ini Datanya

Harga Beras Hingga Semen Turun Berkat Tol Laut, Ini Datanya

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program tol laut sebagai upaya memangkas disparitas harga barang antara wilayah Barat dan Timur Indonesia. Tol laut merupakan konektivitas angkutan laut yang efektif secara terjadwal melayani kapal dari Barat ke Timur Indonesia.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut, Bay M Hasani mengatakan, sejak dimulai pada tahun 2015 lalu, telah terjadi penurunan harga di beberapa daerah seiring dengan berlangsungnya secara reguler jalur-jalur tol laut yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Berdasarkan data yang telah diolah dari Kementerian Perdagangan, sejumlah bahan pokok yang dibawa oleh tol laut ke beberapa daerah telah terjadi penurunan harga. Di Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur misalnya tercatat harga beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan triplek 3 mm terjadi penurunan dari bulan Agustus 2016 ke bulan Juni 2017.

Harga beras turun 17% dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 10.000/kg, harga gula pasir turun 17% dari Rp 18.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, harga minyak goreng kemasan turun 12% dari Rp 17.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, harga tepung terigu turun 20% dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, dan triplek 3 mm turun 4% dari Rp 55.000 menjadi Rp 53.000.

Penurunan harga juga terjadi di daerah Fak-Fak, pada komoditas beras dan gula pasir yang masing-masing turun 13% dan 16%. Di daerah Dobo, gula pasir dan tepung terigu masing-masing turun 19% dan 7%, dan di daerah Anambas, Kepulauan Riau, gula pasir dan beras masing-masing turun 14% dan 6%.

“Data ini valid karena diupdate setiap 3 bulan sekali. Sebenarnya di daerah lain juga ada yang berkurang, tapi blanko yang kita sebar hanya sebagian yang mengembalikan sehingga daerah yang kami peroleh terbarunya masih ini,” kata Bay dalam diskusi di Kementerian Perhubungan, Rabu (16/8/2017).

Harga semen juga tercatat turun di beberapa wilayah pegunungan di Papua. Di Wamena, harga semen yang semula Rp 500 ribu/sak saat ini sudah turun menjadi Rp 300 ribu/sak. Di Puncak Jaya, harga semen semula Rp 2,5 juta/sak kini menjadi Rp 1,8 juta/sak, di Jayapura turun dari Rp 95 ribu/sak menjadi Rp 85 ribu/sak dan di Nabire turun dari Rp 85 ribu/sak menjadi Rp 75 ribu/sak.

“Itu memang baru sampai ke Wamena. Belum lagi diangkut ke perintis, dan ke pedalaman. Makanya wajar bisa sampai jutaan harganya. Ini akan lebih murah lagi kalau kita sudah operasikan jembatan udara dengan perintis kargo udara dan subsidi kargo udara,” ujar Bay.

Dalam perjalanannya program tol laut yang dimulai sejak 2015 hingga tahun 2017 memiliki 13 rute. Rute-rute tersebut menyinggahi sebanyak 41 pelabuhan singgah di Indonesia, di mana 7 rute di antaranya ditugaskan ke Pelni dan 6 lainnya ke swasta.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menganggarkan dana sebesar Rp 380 miliar untuk program tol laut pada tahun anggaran 2017. Dana tersebut diantaranya Rp 220 miliar untuk membiayai enam trayek yang dioperasikan Pelni, sedangkan Rp 160 miliar untuk membiayai lima trayek baru.

“Tujuan dari tol laut, kalau sudah rutin dan terjadwal, berarti tak tergantung lagi oleh muatan. Kalau kita serahkan ke mekanisme pasar, sampai kapanpun akan banyak lokasi yang tidak disinggahi mengangkut muatan bahan pokok dan penting,” tutur Bay.

“Makanya pemerintah harus hadir, selain mengoptimalkan industri pelayaran nasional, kita lengkapi juga dengan kapal perintis dan kapal penumpang. Makanya Pelni kita subsidi agar tak hanya berlayar ke daerah-daerah yang basah,” pungkasnya. (eds/dna)

Source : detik.com