Energy dan Mining — Industri Masih Cari Pemanfaat Gas Masela

Maret 07 / 2017 — 22:02 WIB
Oleh : Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA–Pihak industri masih mencari penyerap gas Masela karena saat ini diperkirakan kemampuannya baru sanggup menyerap 150 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Adapun, pemerintah memiliki dua opsi pemanfaatan gas Blok Masela. Pertama, 7,5 juta ton per tahun (million ton per annum/mtpa) kapasitas kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan gas pipa sebesar 474 MMscfd. Kedua, kapasitas kilang LNG sebesar 9,5 mtpa dan gas pipa 150 MMscfd.

Dalam perkembangannya, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan untuk menyerap 474 MMscfd gas pipa oleh tiga perusahaan.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan setelah dihitung, industri hanya membutuhkan 150 MMscfd gas pipa.

Hal itu, katanya, merupakan skema awal dengan asumsi harga jual gas memenuhi keekonomian pengembangan pabrik petrokimia yakni sekitar US$4 per MMBtu. Volume tersebut diperkirakan menghasilkan 1,8 juta ton metanol dengan kapasitas menghasilkan polietilen dan polipropilen sekitar 400.000 ton setara dengan yang akan terbangun di Teluk Bintuni, Papua.

Adapun, 200 MMscfd gas di antaranya rencananya akan diserap PT Pertamina (Persero). Kendati rencana pemanfaatan volume gas bagi industri menurun, dia menyebut akan mengkaji ulang dan menawarkan perusahaan lain agar penyerapan gas naik menjadi 274 MMscfd atau mencari kekurangan sisanya sebesar 124 MMscfd. Oleh karena itu, pihaknya akan merevisi usulan pemanfaatan gas.

“Yang 150 MMscfd itu cukup, itu udah satu [pabrik] petrokimia yang ada. Itu ya kayak di Bintuni itu kan 1,8 juta ton metanolnya,” ujarnya usai menghadiri Indonesia Refining and Petrochemical Forum di Jakarta, Selasa (7/3).

Meskipun harus merevisi usulannya, Khayam menyebut komitmen pembeli gas harus dipastikan pada Juli 2017. Dengan demikian, dia pun menawarkan kepada perusahaan lain yang mungkin bisa menyerap. Sebelumnya, sudah terdapat tiga perusahaan yang akan menyerap gas Masela.

Ketiga perusahaan itu yakni PT Pupuk Indonesia, PT Kaltim Methanol Industri dan PT Elsoro Multi Pratama yang nantinya ditambah PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk. Menurutnya, dengan volume gas sebesar itu membutuhkan modal besar untuk memanfaatkannya.

Dia menyebut keempat perusahaan akan membuat konsorsium yang nantinya akan dipimpin PT Pupuk Indonesia. Namun, perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) karena pemanfaatan gas untuk perusahaan pelat merah tak perlu melalui proses tender.

“Itu dibatasi waktu kira-kira Juli 2017 [industri] untuk punya komitmen,” katanya.

Source : bisnis.com