Energi — Ini Tambang Emas Grasberg Milik Freeport yang Legendaris

Jumat 24 Feb 2017 — 09:34 WIB

Wahyu Daniel – detikFinance

2Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari

Jakarta – PT Freeport Indonesia kini tengah menjadi pembicaraan hangat, seputas proses negosiasi kepastian investasinya dengan pemerintah Indonesia. Perusahaan asal AS ini sudah beroperasi di Indonesia sejak 1967.

Karena belum ada titik temu negosiasi, saat ini tambang Freeport di Kabupaten Mimika Papua berhenti beroperasi. Freeport tidak bisa melakukan ekspor, karena belum menerima syarat perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Banyak masyarakat yang mengamati perkembangan pemberitaan soal negosiasi Freeport dengan pemerintah. Tapi pasti banyak yang belum melihat tambang emas dan tembaga Freeport di Papua.

Sejak awal menambang, Freeport memiliki gunung emas dan tembaga yang legendaris, yaitu Tambang Grasberg. Namun, tambang ini segera pensiun di tahun ini karena cadangannya habis, dan Freeport mengembangkan tambang emas terbesar bawah tanah, persis di bawah Grasberg.

Soal Grasberg, puncak tambang ini berada pada ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari Tembagapura ke Grasberg memakan waktu sekitar 1 jam dengan kendaraan dengan silinder mesin yang besar.

3Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari

Kerja di Graseberg memang tidak sembarangan, karena oksigen di ketinggian itu tipis. Kondisi pekerja harus terus sehat. Untuk pengunjung harus diperiksa tekanan darahnya terlebih dahulu.

Kondisi jalan menuju Grasberg sengaja dibuat dari batu-batu yang dipadatkan dan tak diaspal, karena bila diaspal dikhawatirkan struktur jalan tidak kuat untuk menahan truk-truk besar. Pemandangan truk-truk raksasa seharga puluhan miliar rupiah sudah biasa di tambang itu. Truk raksasa ini tidak dibawa utuh ke Grasberg, tapi dirakit di atas tambang ini.

Kawah tambang Grasberg memiliki diameter sekitar 4 kilometer (km), dengan kedalaman 1 km lebih. Grasberg ini cadangan tembaga, emas, dan peraknya akan habis tahun ini.

Dari data produksi bijih (batuan mineral/ore) Freeport sekitar 220.000-240.000 ton per hari, sekitar 70% datang dari Grasberg. Namun tambang ini akan habis cadangannya.

Grasberg merupakan ikon tambang dunia yang terkenal. Di samping predikatnya di sektor tambang, pemandangan di atas ketinggian 4.285 mdpl ini cukup indah. Puncak Cartenz yang merupakan daratan tertinggi di bumi Indonesia ini terlihat jelas dari kawasan Grasberg.

Freeport saat ini tengah menyiapkan tambang emas bawah tanah terbesar di dunia. Lokasinya di bawah Grasberg. Tambang bawah tanah ini bakal menjadi masa depan Freeport di Papua. Secara total, Freeport Indonesia menyiapkan dana US$ 15 miliar untuk tambang bawah tanah ini.

Perusahaan tambang yang berinduk di Amerika Serikat (AS) ini kontraknya akan habis pada 2021. Dan sedang menunggu kepastian pemerintah, agar kontrak bisa diperpanjang hingga 2041. Karena akan mengeluarkan investasi besar untuk tambang bawah tanah. (wdl/ang)

Source : detik.com