EKSPANSI KEPELABUHANAN — Pelindo II Incar 3 Pelabuhan di Luar Negeri

Selasa, 21/02/2017 08:06 WIB

20Kapal berlabuh di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia II menjajaki menjadi operator pelabuhan di tiga negara sebagai bagian dari ambisi perseroan sebagai pengelola pelabuhan berkelas dunia.

Direktur Utama PT Pelabuhan In donesia (Pelindo) II/IPC Elvyn G. Masassya mengatakan ketiga negara yang sedang dijajaki tersebut yakni Myanmar, Timor Leste dan Mesir.

“Terkait ekspansi kita sekarang sedang dalam tahap pelaksanaan penjajakan untuk ikut serta kembangkan pelabuhan di Myanmar, Timor Leste dan Mesir,” ujarnya saat berkunjung ke kantor harian Bisnis Indonesia, Senin (20/2).

Turut hadir dalam kunjungan itu Direktur Operasi & Sistem In formasi Prasetyadi, Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis Saptono R. Irianto, Direktur Keuangan Iman Rachman, Direktur Teknik & Manajemen Risiko Dani Rusli Utama, Direktur SDM & Hu kum Disril Revolin Putra.

Saat ini, Elvyn menyatakan perseroan masih melakukan penjajakan karena ada dua opsi yang di tawarkan kepada Pelindo II yakni ta waran untuk menjadi operator dan tawaran sebagai investor.

Dia menegaskan pihaknya lebih cen derung untuk menjadi operator pelabuhan daripada sebagai investor di sejumlah pelabuhan di luar negeri itu. “Kita sedang kaji untuk jadi in vestor atau operator, tapi kita akan terima kalau operator, tapi kalau investor tampaknya masih be lum,” tegasnya.

Elvyn menambahkan ekspansi usaha menjadi operator pelabuhan itu masih belum menjadi prioritas Pe lindo II dalam waktu dekat. Dia masih lebih mengutamakan penyelesaian sejumlah proyek stra tegis di Tanah Air. Pada tahun ini, Pelindo II siap me mulai mengerjakan sekitar delapan proyek strategis dan mayoritas di antaranya termasuk dalam proyek strategis nasional.

Sejumlah proyek strategis yang siap dikerjakan adalah penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kalibaru yakni New Priok Container Terminal (NPCT) 2, Pelabuhan Kijing, Inland Water ways Cikarang Bekasi Laut (CBL), Pelabuhan Sorong, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Museum Maritim, Maritim Tower, dan Pelabuhan Patimban. “Kita tahun ini akan kerjakan dela pan proyek strategis,” tuturnya.

Direktur Teknik dan Manajemen Risiko PT Pelindo II Dani Rusli Utama menambahkan pihaknya meneruskan pembangunan Pelabuhan Kalibaru yakni NPCT-2 dan NPCT-3 dengan target pada Se mester I/2017 masuk tahap pemancangan konstruksi.

Untuk Pelabuhan Kijing, Inland Wa terways Cikarang Bekasi Laut (CBL), dan Pelabuhan Sorong, yang juga masuk proyek strategis na sional sesuai Perpres No.3/2016 kini masuk tahap studi kelayakan dan pengurusan AMDAL. Sejalan dengan itu, Pelindo II masih memerlukan Perpres penunjukan yang memastikan BUMN itu sebagai penggarap dan operator ketiga proyek itu.

Dalam Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional belum mencantumkan nama BUMN itu. Menurutnya, Perpres itu menjadi penting demi menjamin kepastian hukum pelaksanaan proyek dan untuk kepentingan dalam proses pendanaan.

“Kami berharap Perpres itu segera terbit, sehingga dapat segera kami eksekusi, karena secara pararel, kita juga sedang siapkan administrasinya,” ujarnya. Khusus jalan tol Cibitung-Cilincing, imbuhnya, proses pembebasan lahan sudah mencapai 50%.

“Nanti kalau sudah 75% kita lang sung eksekusi konstruksinya, ini diharapkan juga tahun ini,” tegasnya. MARITIME

TOWER

Elvyn juga menyatakan proyek selanjutnya yang akan dikerjakan pada tahun ini adalah Museum Maritim dan juga Maritime Tower yang akan dibangun di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. “Nantinya akan dibangun di Priok, Maritime Tower. Karena kita ada 15 anak usaha yang nantinya akan dipusatkan di sini, shipping line agency juga akan kami minta pindah sini,” tegasnya.

Untuk Pelabuhan Patimban, Elvyn berharap menjadi operator pelabuhan saja dan bukan sebagai investor di pelabuhan yang di proyeksikan bakal beroperasi pada 2020. Dia pun berharap dalam dua tahun ke depan sejumlah proyeksi strategis nasional itu sudah dapat ter selesaikan semua, sehingga semakin menunjang upaya Pelindo II untuk menjadi pelabuhan berkelas dunia.

Dalam acara Stakeholders Coffee Morning di Pelabuhan Tanjung Priok, Elvyn mengatakan pihaknya menyiapkan empat strategi dalam bisnis kepelabuhanan yakni fokus dengan jaringan bisnis inti, unggul dalam bisnis pendukung yang berdaya guna bagi bisnis inti. Selain itu, menciptakan sinergi pelabuhan dengan industri pendukungnya, serta melakukan strategi pengawasan yang baik.

“Ke depan harus ada integrasi antara bisnis inti pelabuhan dengan industri pendukungnya atau hinterland. Ini mutlak mesti direalisasikan,” ujarnya. Dalam beberapa tahun mendatang, dia menargetkan ada kesamaan layanan 12 cabang pelabuhan yang dikelola Pelindo II. BIla hal itu terwujud, imbuhnya, tidak sulit untuk mewujudkan Indonesia Integrated Chain Port.

“Dengan begitu pada 2018 pelabuhan yang di kelola IPC sudah di harapkan mampu berkompetisi dari sisi biaya dengan pelabuhan di negara lain,” tuturnya. Pada 2017, Pelindo II menargetkan melayani arus peti kemas sebanyak 6,87 TEUs, dan non kontainer (curah cair, curah kering) mencapai 54,08 juta ton. Pada 2016, Pelindo II mencatat arus kontainer sebanyak 6,08 juta TEUs dan nonkontainer 53,14 juta ton.

Editor : Mia Chitra Dinisari

Source : bisnis.com