Ekonomi — Rusia Tak Konsisten ‘Sunat’ Produksi, Harga Minyak Anjlok

Giras Pasopati, CNN Indonesia
Jumat, 03/03/2017 07:46 WIB
Rusia Tak Konsisten 'Sunat' Produksi, Harga Minyak AnjlokHarga minyak Brent berjangka melemah US$1,28 atau 2,3 persen menjadi US$55,08 per barel. Minyak mentah WTI turun 2,3 persen pada US$52,61 per barel. (REUTERS/David Mdzinarishvili)
Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis (2/3) setelah produksi minyak mentah Rusia tidak berubah pada bulan Februari, menunjukkan kepatuhan lemah terkait kesepakatan global untuk mangkas pasokan.

Seperti dilansir dari Reuters, produksi minyak Rusia pada Februari tidak berubah dari Januari di angka 11,11 juta barel per hari (bph). Data kementerian energi menunjukkan, pemangkasan baru mencapai 100 ribu bph atau hanya sepertiga dari tingkat yang dijanjikan oleh Moskow di bawah perjanjian dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak.

Harga minyak Brent berjangka mengakhiri sesi dengan melemah US$1,28 atau 2,3 â??â??persen menjadi US$55,08 per barel. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,22 atau 2,3 â??â??persen pada US$52,61 per barel.

Nilai tukar dolar AS yang lebih kuat juga menekan harga minyak karena menjadi lebih mahal untuk pembeli dari mata uang lainnya. Dolar AS naik ke level tertinggi dalam tujuh minggu setelah komentar agresif seorang pejabat Federal Reserve mendorong investor memprediksi kenaikan suku bunga jangka pendek.

Pasar minyak memperpanjang penurunan dari hari Rabu ketika data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, naik untuk minggu kedelapan berturut ke rekor 520,2 juta barel pekan lalu.

“Sementara secara konstruktif, kami terus melihat kesediaan Arab Saudi untuk mengorbankan pangsa pasar di luar komitmennya terhadap OPEC sebagai langkah sementara dari upaya yang lebih berkelanjutan,” kata Tim Evans, Spesialis Energi Berjangka Citi Futures.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan terlalu dini untuk menilai kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak akan diperpanjang setelah Juni. OPEC, Rusia dan negara lain menyetujui kebijakan pemangkasan produksi dalam tiga bulan ke depan.

“Ini terlalu dini untuk berbicara tentang apa yang akan kita bahas pada bulan April-Mei,” kata Novak Reuters dalam sebuah wawancara.

Novak memperkirakan harga minyak mentah Brent akan bergerak rata-rata di antara US$55 dan US$60 per barel tahun ini. Sementara minyak Urals, andalan Rusia, mungkin diperdagangkan US$2-US$3 per barel di bawah itu. (gir)