Ekonomi — Harga Minyak Indonesia Naik Tipis Jadi US$52,5 per Barel

Galih Gumelar, CNN Indonesia
Senin, 06/03/2017 15:14 WIB
Harga Minyak Indonesia Naik Tipis Jadi US$52,5 per BarelHarga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Februari 2017 tersebut, naik tipis US$0,62 dari bulan sebelumnya sebesar US$51,88 per barel. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Februari 2017 menyentuh angka US$52,5 per barel, naik tipis US$0,62 dari bulan sebelumnya sebesar US$51,88 per barel.

Peningkatan juga terjadi di harga ICP SLC/Minas yang menyentuh angka US$53,36 per barel, dari posisi bulan sebelumnya US$53,11 per barel.

Dikutip dari lama resmi Kementerian ESDM, Tim Harga Minyak menyatakan, kenaikan harga ini merupakan imbas dari perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional. Sebagai informasi, harga minyak Brent pada bulan lalu meningkat US$0,55 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$0,85 per barel.

Faktor utama yang menyebabkan peningkatan indeks harga minyak dunia adalah kesepakatan organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan non-OPEC untuk membatasi produksi selama enam bulan di tahun 2017.

Realisasi ini sudah terlihat di bulan Januari silam, di mana produksi negara-negara OPEC, kecuali Libya dan Nigeria, turun sebesar 1,04 juta barel per hari menjadi 29,93 juta barel per hari pada bulan Januari 2017.

Adapun, target penurunan yang disepakati sebelumnya sebesar 1,16 juta barel per hari menurut data International Energy Agency (IEA) Februari 2017.

Selain itu, tingkat produksi Rusia juga turun 0,1 juta barel per hari menjadi 11,48 juta barel per hari. Hal ini berkontribusi banyak terhadap penurunan produksi 11 negara non-OPEC sebesar 558 ribu barel per hari pada periode yang sama.

Selain minyak mentah, persediaan bensin dan produk distilasi Amerika Serikat juga menurun pada akhir bulan Februari 2017 dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat, stok bensin menurun 0,7 juta barrel menjadi 256,4 juta barel dan stok distilasi turun 5,6 juta barel menjadi 165,1 juta barel.

Selain dari sisi suplai, peningkatan harga ini juga disebabkan oleh kenaikan permintaan. OPEC merevisi naik proyeksi permintaan minyak dunia pada kuartal I 2017 sebesar 0,25 juta barel per hari menjadi 94,84 juta barel per hari.

Tak hanya itu, IEA juga merevisi naik proyeksi permintaan minyak dunia pada periode yang sama sebesar 0,1 juta barel per hari menjadi 97 juta barel per hari.

Tingkat permintaan minyak India juga meningkat 197 ribu barel per hari menjadi 4,74 juta barel per hari pada Desember 2016 dibandingkan tahun lalu sebelumnya. (gir/gen)