Dolar AS Menguat, Ekspor Produk Ini ke Amerika Bisa Untung

Rabu 04 Jan 2017, 21:19 WIB — Yulida Medistiara – detikFinance

14

Jakarta – Terpilihnya Presiden AS Donald Trump memberikan sentimen tersendiri bagi perekonomian dunia. Sejumlah kebijakan yang diambil sejak efektif kepemimpinannya telah membuat mata uang dolar menguat terhadap mata uang lain, tak terkecuali rupiah.

Nilai tukar yang lebih perkasa membuat produk dari negara lain yang dipasarkan di Amerika Serikat menjadi terkesan lebih murah dan mendorong masyarakat di negeri Paman Sam tersebut lebih konsumtif. Kondisi ini bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku industri di Indonesia yang mengekspor produknya sejumlah ke Amerika Serikat.

Memang tak semua sektor akan diuntungkan, namun Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong punya penilaian sendiri sektor mana saja yang bakal paling diuntungkan dari menguatnya dolar AS salah satunya adalah ekspor komoditas penunjang gaya hidup atau lifestyle.

Lifestyle product, misalnya coconut, kakao, kopi, teh. Indonesia secara alam sudah unggul di komoditas itu. Dengan booming-nya konsumsi, lifestyle product akan laku. Itu konsekuensi gambaran makro dari penguatan kurs dolar, akselarasi di AS,” kata Thomas, di Kopitiam QQ, Pasific Place, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2016).

Selain itu, Indonesia juga dapat memanfaatkan peluang ekspor secara langsung dan tidak langsung. Misalnya memanfaatkan ekspor dari negara lain seperti Jepang yang banyak mengeskpor ke AS dengan menjadikan Jepang sebagai negara transit sebelum mengekspor ke AS.

“Kalau saya bilang itu ekspor ada ekspor langsung dan tidak langsung. Fenomena AS akan mengalami akselarasi dan dolar menguat. Dengan AS sedot impor, yang akan melonjak itu ekspor dari Korea, Jepang ke-AS kan tinggi. Kalau kita tidak bisa ekspor ke AS, kita bisa secara tidak langsung ekspor dulu ke Jepang, Korea, dan Tiongkok,” kata Tom.

Ke depan, Tom mengatakan akan menambah peluang investasi di sektor otomotif. Hasil dari produk tersebut dapat diekspor melalui negara lain baru setelah itu ke AS.

“Menurut saya, kita sudah mendekati titik dimana kita kompetitif di tingkat global. Kalau bisa terus menarik investasi di sektor otomotif, mungkin kita bisa ekspor produk otomotif ke Jepang, Korea, baru nanti diekspor ke AS,” imbuhnya. (dna/dna)

Source : detik.com