BUMN Disebut Dominasi Proyek Infrastruktur, Ini Kata Pemerintah

BUMN Disebut Dominasi Proyek Infrastruktur, Ini Kata Pemerintah

Jakarta – Kalangan pengusaha mengeluhkan terlalu dominannya peran BUMN dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak kontraktor lokal mengeluhkan sepinya order meskipun banyak proyek yang digeber pemerintah.

Menjawab kekhhawatiran tersebut, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menepis isu tersebut. Menurutnya, lelang proyek selama ini dilakukan secara terbuka kepada semua pihak.

“Jadi saya hanya mau kasih tahu balancing. Bicara infrastruktur harusnya balance antara anggapan seolah-olah kita menguasai semua infrastruktur, itu enggak sepenuhnya benar,” kata Aloy di sela Rakornas Kadin 2017 di Hotel Rotz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

Aloy menambahkan, beberapa proyek yang dikerjakan swasta juga sempat mangkrak yang akibatnya diambil alih oleh BUMN. Proses pengambilalihan proyek oleh BUMN juga dilakukan dengan membayar investasi yang sudah dikeluarkan swasta.

“Bahkan yang dijalankan swasta enggak jalan-jalan sampai kita ambil alih itu dengan cara kita harus bayar, (tol) Becakayu 20 tahun enggak jalan mangkrak. Ada beberapa ruas juga enggak jalan,” tutur Aloy.

Investasi pembangunan infrastruktur juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Misalnya pembangunan beberapa jalan tol yang Internal Rate of Return (IRR) yang tak sampai 10%, sehingga BUMN juga bertindak sebagai kontraktor dan pengelola sekaligus.

“Coba kalau konstruksinya bangun jalan tol swasta, pengelola jalan tol ini (yang lain) ya rugi lah. Menjadi kontraktor sekaligus menjadi pengelola bisnis model dilakukan Waskita sebagai investor sekaligus kontraktor,” pungkas Aloy (ara/hns)

Source : detik.com