BLOK MIGAS: Pertamina Buka Peluang Bermitra di Blok ONWJ

November 23/ 2016 : 09:27 WIB
Oleh : Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) tetap membuka peluang untuk bermitra dalam pengelolaan Blok Offshore North West Java kendati pada kontrak baru yang berlaku 2017 hingga 2037 itu, perseroan menguasai 100% saham partisipasinya.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan dalam hal pengelolaan blok minyak dan gas bumi yang akan habis masa kontraknya, pihaknya tetap membuka peluang untuk menggandeng mitra. Asalkan dilakukan secara bisnis ke bisnis (business to business/B to B), dia menyebut baik kontraktor eksisting maupun kontraktor baru yang berminat bisa saja bergabung dalam pengelolaan blok tersebut.

32Blok Migas

Sebelumnya, susunan kepemilikan saham partisipasi pada Blok ONWJ yakni PT Pertamina Hulu Energi ONWJ sebesar 73,5%, Energi Mega Persada ONWJ Limited–anak usaha Grup Bakrie 24% dan KUFPEC Indonesia BV 2,5%. Dalam kontrak baru, PT PHE ONWJ menguasai 100% saham partisipasi.

“Tentu semuanya harus dilakukan melalui mekanisme B to B dan mengacu kepada peraturan yang berlaku,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (23/11/2016).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengatakan Menteri ESDM Ignasius Jonan telah menandatangani keputusan perpanjangan kontrak atas blok yang berakhir pada Januari 2017 itu. Secara formal, Menteri Jonan, tutur Wirat, telah menugaskan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Bumi) untuk menindaklanjutinya.

“Menteri menugaskan SKK kan untuk menindaklanjuti,” ujarnya sebelum Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Selasa (22/11). 

Menurutnya, dengan penambahan saham partisipasi tersebut, kegiatan produksi seharusnya tak mengalami perubahan. Pasalnya, operator pada kontrak berikutnya tetap sama. Wirat pun menyebut kendati Pertamina menguasai seluruh saham partisipasi, komitmen untuk melakukan investasi di tiga tahun pertama tetap harus dilakukan.

Pada Peraturan Menteri No.15/2015 tentang Wilayah Kerja yang Akan Habis Masa Kontraknya, dalam hal Pertamina mendapat hak pengelolaan, ketentuan-ketentuan kontrak kerja sama tetap harus menguntungkan negara. Selain itu, pemegang saham mayoritas dilarang menjual saham partisipasinya secara mayoritas dan melakukan penawaran maksimum 10% kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Operatornya kan masih Pertamina, berlanjut kan. Operatornya enggak berubah,” katanya.

Sebagai gambaran, produksi hingga Mei, untuk minyak di Blok ONWJ mencapai 37.112 bph dan gas rata-rata 172,5 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Sementara, ditargetkan pada 2017 produksi bisa naik menjadi 37.300 bph dari target tahun ini yakni 37.300 bph melalui pengeboran enam sumur pengembangan dan 12 sumur kerja ulang atau work over.

Source : bisnis.com