BLOK MASELA – Inpex Usul Skema Bagi Hasil Baru

JAKARTA – Inpex Corporation mengusulkan klausal baru dalam kontrak bagi hasil Lapangan Abadi, Blok Masela setelah pemerintah memutuskan pembangunan kilang gas alam cari di darat.

Berdasarkan rencana pengembangan Blok Masela yang diajukan kepada SKK Migas, Inpex dan  Shell memilik pembangunan kilang liquefied natural gas (LNG) di laut. Namun, pemerintah memutuskan kilang LNG harus dibangun di darat, sehingga Inpex perlu mengajukan rencana baru.

Senior Communications and Relations Manager Inpex Corporation Usman Slamet mengatakan, pihaknya pernah mengkaji pembangunan kilang LNG di darat (onshore liquefied natural gas/OLNG) sebelum rencana pengembangan (plan of development/PoD) diteken pada 6 Desember 2010. Namun, kajian kilang darat dinilai tidak layak investasi sehingga kajiannya tidak diselesaikan.

Inpex mengajukan PoD dengan cadangan terbukti 6,05 Tcf dan kapasitas kilang terapung (floating liquefied natural gas/FLNG) 2,5 juta ton per tahun selama 30 tahun. Produksi gas hanya 400 MMscfd dan kondensat 8.100 barel per hari.

Inpex dah Shell mengajukan revisi rencana pengembangan PoD I selang 5 tahun kemudian, karena terdapat temuan cadangan yang lebih besar yaitu 10,73 juta kaki kubik.

Hal itu menyebabkan kapasitas FLNG meningkat menjadi 7,5 juta ton per tahun selama 24 tahun. Produksi gas juga naik menjadi 1.200 juta kaki kubik dan kondensat 24.460 bph. Dalam proposal baru ini, Blok Masela baru mulai  berproduksi pada 2024.

Dengan keputusan pemerintah tersebut, Inpx mengusulkan adanya klausal kontrak baru yang bisa membuat proyek ini memberi nilai tambah. “Ya diganti. Term and condition-nya harus berubah. Nah, yang disebut sebagai insentif itu kan term dan conditions,” ujarnya Jumat (17/4).

Kepala Juru Bicara SKK Migas Elan Biantoro mengatakan, perubahan klausal dengan mengamandemen kontrak tidak bisa begitu saja dilakukan. (Duwi Setiya Ariyanti)

Source : Bisnis Indonesia – 18 April 2016