Berita Wisata — Kemenhub Percepat Pengembangan Bandara Kawasan Wisata

Ardita Mustafa, CNN Indonesia
Senin, 20/02/2017 19:14 WIB
23Bandara Depati Amir, Pangkalpinang. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 15 juta wisman pada tahun ini, sebagaimana arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya saat menjadi pembicara di acara ‘Rakor Lintas Sektor Program Transport-Toursim Stimulus Package’ pada Senin (20/2).

Salah satu cara yang akan dilakukan Budi Karya beserta jajarannya ialah mempercepat pengembangan bandara di kawasan yang sudah ditetapkan sebagai 10 Bali Baru dan kawasan yang dianggap potensial oleh pemerintah.

Bandara-bandara yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut antara lain Bandara Sibisa di Sumatera Utara, Bandara Abdul Saleh di Malang dan Bandara Internasional Yogyakarta Baru di DIY Yogyakarta.

Kedua bandara itu diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisman ke Danau Toba, Bromo-Tengger-Semeru dan Candi Borobudur.

Dalam kesempatan yang sama, Budi Karya juga mengatakan kalau jumlah penumpang pesawat di Jakarta, Yogyakarta dan Semarang semakin meningkat.

Bahkan, sepanjang tahun lalu, tercatat sebanyak 89,3 juta orang menggunakan rute domestik dan 23,4 juta orang menggunakan rute internasional dari bandara di Indonesia.

“Saya minta pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk berkomunikasi dengan baik agar dapat memberikan level of service yang baik. Di awal tahun 2019, semua bandara diharapkan sudah selesai dan semoga tidak ada lagi ‘kemacetan’,” kata Budi Karya.

Melihat perkembangan tersebut, Budi Karya melanjutkan, tidaklah mustahil apabila jumlah kunjungan wisata akan meningkat tahun ini.

Namun, ia meminta seluruh pemerintah daerah agar memaklumi bahwa tidak semua bandara dapat dilayani oleh seluruh maskapai penerbangan.

“Tidak semua daerah harus langsung ke Jakarta atau Bali, karena itu membuat slot penerbangan Jakarta dan Bali berkurang, sehingga slot maskapai asing untuk masuk ke Jakarta dan Bali yang merupakan pintu masuk ke Indonesia menjadi berkurang,” tegas Budi Karya.

“Misalnya dari kota-kota kecil di Kalimantan dihubungkan ke kota besar, baru ke Jakarta atau Bali,” lanjutnya.

Untuk menarik maskapai menerbangi suatu rute, Budi Karya menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan penawaran slot ke maskapai serta memberikan arahan kepada PT Angkasa Pura untuk memberikan stimulus kepada maskapai asing yang baru melayani penerbangan ke Indonesia dengan memberikan landing fee yang gratis.

“Jika hal tersebut sudah dilakukan tapi masih kurang menarik, berarti apa yang kurang menarik? Kotanya atau paket wisatanya?” kata Budi Karya (ard)