Bank RI Bisa Pinjam Uang dari Bank Asing, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?

Dana Aditiasari – detikfinance
Kamis, 25/08/2016 18:40 WIB
 11
Jakarta -Bank Indonesia (BI) mendorong adanya peningkatan transaksi repo antar bank yang ditandai dengan penandatanganan Global Master Repurchase Agreement (GMRA) antara Empat Bank Buku IV yakni BCA, Bank Mandiri, BRI dan BNI dengan 6 bank asing yang memiliki kantor cabang di Indonesia.

Kepala Departemen Pengembangan Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah mengatakan, penandatanganan ini dimaksudkan agar bank-bank asing yang memiliki cabang di Indonesia bisa berkontribusi aktif dalam pendalaman pasar keuangan dalam negeri.

“Hari ini ditandatangani GMRA Indonesia antara 4 BUKU IV dengan 6 bank kelompok bank asing. Menjadi penting signing ceremony ini. Karena meskipun kantor cabang, bank asing ini merupakan bank-bank yang aktif dalam pengelolaan likuiditas pasar uang dan aktif transaksi valas,” kata dia di Gedung BI, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Repo atau repurchase agreement adalah transaksi peminjaman likuiditas antar bank dengan jaminan yang disepakati antar kedua belah pihak. Secara sederhana, bank bisa meminjam uang dari bank lainnya dengan perjanjian akan dikembalikan dengan waktu dan besaran yang sesuai kesepakatan.

Transaksi ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yang bertransaksi. Bank yang punya cadangan dana segar alias likuiditas berlebih, bisa meminjamkan dananya sehingga tidak hanya menjadi dana ‘nganggur’.

Bank yang permintaan kreditnya tinggi namun kekurangan likuiditas, dapat meminjam dana dari bank lain untuk memenuhi permintaan kredit tersebut.

Dengan adanya penandatanganan antara bank nasional dan bank asing ini, transaksi repo yang dilakukan tidak hanya sebatas antar bank nasional, tapi juga dengan bank asing yang punya kantor cabang di Indonesia.

“Sehingga akan menambah dinamika pasar uang di Indonesia. Sekarang ini sudah 65 bank yang bergabung. Dengan masuknya 6 ini maka menjadi 71 bank penandatangan GMRA Indonesia,” sambung dia.

Apa dampaknya bagi masyarakat?

Nanang mengatakan, dengan semakin banyaknya bank yang bergabung dalam GMRA Indonesia, maka bank semakin mudah memperoleh dana murah atau dana dengan bunga ringan. Karena, dana dari transaksi repo, bunga pengembaliannya relatif lebih rendah ketimbang sumber dana lain seperti deposito yang bunganya tinggi.

Dampaknya, bank bisa menekan biaya pengelolaan dananya yang pada akhirnya dapat menekan penurunan suku bunga bank.

“Likuiditas nggak banyak tapi besar. Dengan repo, likuiditas antar bank semakin mengalir, bunga lebih murah. Terbukti sekarang bunga repo lebih rendah dari suku bunga biasa,” pungkas dia.(dna/drk)

Source : detik.com