Awali Pekan, Harga Minyak Merangkak Naik

Awali Pekan, Harga Minyak Merangkak NaikHarga minyak merangkak naik mengawali pekan ini, yang didorong oleh penurunan aktivitas pengeboran Amerika Serikat.

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak merangkak naik mengawali pekan ini, yang didorong oleh penurunan aktivitas pengeboran Amerika Serikat serta ekspektasi bahwa AS akan memberlakukan sanksi kembali terhadap Iran.

Harga West Texas Intermediates (WTI) CLc1 berada di posisi US$65,21 per barel pukul 01.22 waktu GMT atau naik 0,4 persen dari posisi sebelumnya. Sementara itu, harga Brent berjangka LCOc1 berada di posisi US$69,71 per barel atau naik 0,55 persen dari sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, Senin (2/4), perusahaan jasa migas Baker Hughes mengungkapkan tujuh aktivitas pengeboran dipangkas pada pekan kemarin, sehingga membuat jumlah pengeboran menjadi 797 sumur. Ini merupakan penurunan aktivitas untuk pertama kali dalam tiga pekan terakhir.

Lihat juga:Jonan Harap Studi Pembangkit Listrik Arus Laut Segera Rampung

Adapun, Baker Hughes menerbitkan laporan aktivitasnya di Amerika Utara pada Kamis lalu, sehari lebih cepat dari biasanya, mengingat hari libur Jumat Agung yang jatuh 30 Maret.

Selama ini, harga minyak umumnya ditopang oleh ketatnya produksi dari organisasi negara-negara pengekspor minyak mentah (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan Rusia yang dimulai pada 1 Januari 2017 lalu.

Namun, kini panasnya tensi dagang antara AS dan China justru diprediksi membuat sesi perdagangan minyak bergejolak dalam beberapa hari ke depan.

Lihat juga:Data Inflasi jadi Penggerak IHSG Awal Pekan Ini

Sebelumnya, China menampar AS dengan penambahan bea masuk tambahan sebesar 25 persen untuk 128 komoditas, seperti babi beku dan anggur. Ini dilakukan demi membalas AS yang mengenakan bea masuk tambahan bagi produk baja dan aluminium.

Volume perdagangan untuk Senin diprediksi landai terutama di Eropa, mengingat beberapa negara di benua biru itu masih merayakan libur paskah. (bir)

Source : cnnindonesia.com