Asumsi Lifting Migas Lima Tahun Mendatang. Ini Usulan Jonan ke Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA–Pemerintah telah menetapkan asumsi produksi siap jual atau lifting nasional untuk minyak dan gas bumi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan masukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyati untuk menyusun Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2018 serta Kerangka Anggaran Jangka Menengah 2018-2022.

Dalam usulan tertanggal 14 Februari 2017, asumsi lifting migas dibuat dua versi yakni moderat dan optimis.

Untuk asumsi moderat, pada 2018 target lifting minyak sebesar 771.000 barel per hari (bph) dan gas 1.194 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Asumsi minyak pada 2019 turun menjadi 722.000 bph dan gas justru naik menjadi 1.210 ribu boepd.

Pada 2020, asumsi moderat lifting minyak menyentuh 695.000 bph dan gas 1.191 ribu boepd. Asumsi lifting minyak terus turun di 2021 dan 2022 dengan angka 651.000 bph dan 589.000 bph scara berturut-turut.

Berbeda dengan minyak, pada 2021 dan 2022 asumsi lifting gas justru naik menjadi 1.226 ribu boepd dan 1.250 ribu boepd.

Bila dibandingkan, asumsi moderat cenderung lebih rendah khususnya untuk asumsi lifting minyak. Pasalnya, Kementerian ESDM mengeset target lifting minyak 2018 hingga 2022 masih di kisaran 800.000 bph.

Pada 2018, target lifting minyak sebesar 815.000 bph. Kemudian, angkanya naik di 2019 menjadi 850.000 bph dan kembali turun di 2020, 2021 dan 2022 dengan asumsi lifting minyak berturut-turut 840.000 bph, 802.000 bph serta 800.000 bph.

Source : bisnis.com