64 Jenis Minyak Mentah Diolah Di Kilang Dalam Negeri

Duwi Setiya Ariyanti – Kamis, 22/09/2016 08:21 WIB

3

Bisnis.com, JAKARTA–Terdapat 64 jenis minyak mentah diolah di kilang dalam negeri.
Vice President Integrated Supply Chain Pertamina Daniel S Purba mengatakan biaya pembelian dan pengolahan bisa lebih rendah bila pasokan minyak mentah didapatkan di dalam negeri. Pemerintah, ujar Daniel, seharusnya bisa menghapus pajak atas penjualan minyak mentah agar impor bisa ditekan.
Sebagai gambaran, dia menyebut rata-rata impor Premium tahun ini 5 juta barel per bulan dan Pertamax 3 juta per bulan. Impor Premium, tutur Daniel, semakin rendah karena adanya perubahan pola konsumsi. Pada tahun lalu, rata-rata impor Premium sebesar 7 juta barel per bulan dan Pertamax 1 juta barel per bulan.
Untuk menyiasati terbatasnya pasokan minyak mentah dalam negeri, pihaknya melakukan tes kilang terhadap beberapa jenis minyak mentah yang selama ini belum memungkinkan diolah di Tanah Air. Beberapa kilang, katanya, secara bergantian melakukan uji coba. Sejak Januari hingga November 2016, pihaknya bisa mengolah 64 jenis minyak mentah. Beberapa jenis minyak super heavy seperti Rabi Blend dari Gabon, Van Gogh dari Australia serta jenis heavy seperti Coco asal Kongo.
Daniel menargetkan hingga akhir tahun akan ada tambahan 15 jenis minyak mentah baru yang bisa diolah di kilang dalam negeri. Adapun, pemilihan jenis minyak mentah tersebut mengacu pada keekonomian dan harga.
“Sampai November ada 64 jenis minyak mentah yang bisa diolah di kilang,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Rabu (21/9/2016).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan dengan kemampuan produksi minyak nasional, sulit memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) tanpa melakukan impor.
Pasalnya, saat ini konsumsi BBM nasional sebesar 1,6 juta bph sedangkan kemampuan produksi bila mengacu pada target produksi siap jual atau lifting minyak 2017, sebesar 815.000 bph. Dengan demikian, selain menggenjot produksi dan daya tarik investasi hulu, pihaknya menjajaki peluang penguasaan aset di luar negeri seperti di Iran dan Venezuela.
“Dengan Iran, dengan Venezuela juga akan kami lakukan (kerja sama),” katanya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
Source : bisnis.com