5 Pimpinan SKK Migas Dicopot, Ini Penjelasan Arcandra

5 Pimpinan SKK Migas Dicopot, Ini Penjelasan Arcandra

Jakarta – Pada 26 Mei 2017 lalu, 5 pimpinan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dicopot. Kini Wakil Kepala SKK Migas, 3 deputi, dan Sekretaris SKK Migas dijabat wajah-wajah baru.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menjelaskan pemerintah menginginkan adanya peningkatan kinerja SKK Migas lewat perombakan pimpinan.

Pimpinan SKK Migas yang baru diharapkan bisa menekan cost recovery dan menahan laju penurunan produksi migas. Yang terjadi sekarang, produksi migas terus menurun tapi cost recovery membumbung tinggi. Inilah yang harus diperbaiki.

“Biasanya, yang namanya pergantian pimpinan apa yang kita harapkan? Yang kita harapkan adalah kinerja yang lebih baik. Targetnya bagaimana cost recovery bisa berkurang. Kemudian bagaimana caranya produksi at least sama dari tahun ke tahun, kalau tidak meningkat, bagaimana supaya tidak turun,” kata Arcandra, ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Ia menambahkan, pergantian pimpinan SKK Migas juga bertujuan agar proyek-proyek migas bisa dikebut dengan efektif dan efisien.

“Yang kedua, program-program yang akan dilaksanakan bisa lebih efektif dan efisien, lebih cepat lagi,” ucapnya.

Diharapkan proses birokrasi jadi lebih ringkas, teknologi-teknologi anyar dapat segera digunakan untuk menggenjot produksi migas nasional. “Saya akan cek, teknologi ini dipakai atau enggak, kalau tidak dipakai apa kendalanya. Saya akan cek,” tegas Arcandra.

Perombakan juga dilakukan untuk penyegaran. Kurang baik jika sebuah jabatan tinggi terlalu lama diduduki oleh orang yang sama.

“Yang ketiga, mungkin ada hal-hal di mana pergantian pimpinan tersebut butuh darah segar dengan semangat baru,” ujarnya.

Setelah pergantian Wakil Kepala, Sekretaris, dan Deputi-deputi SKK Migas, apakah Kepala SKK Migas juga akan segera diganti? “Saya enggak tahu,” jawab Arcandra. (mca/wdl)

Source : detik.com