3 Kapal Swiber tidak terurus dengan 38 Crew diatas kapal dalam keadaan kekurangan makanan dan minuman

image002-725665Dubai, eMaritim.com 

Belum lama ini 3 kapal Swiber Offshore ( Swiber Explorer, Swiber Navigator dan Swiber Sandefjord ) yang memiliki total 38 awak kapal, dimana 90% nya adalah warga Indonesia telah di detained oleh pihak Dubai Maritime City Authority sejak kedatangan mereka pada Juni 2016 lalu karena banyak masalah yang belum bisa diselesaikan antara owner, agent dan pihak pihak authority yang terkait dengan perusahaan ini.
 
Keterlambatan gaji sampai berbulan bulan adalah hanya salah satu masalah yang dihadapi oleh crew diatas kapal yang sedang berlabuh jangkar di Dubai Anchorage ini, mereka tidak diperbolehkan sandar di pelabuhan karena masalah yang disebutkan diatas tadi. Setelah tekanan dari berbagai pihak dan kolaborasi dengan KBRI UAE, KJRI Dubai dan KBRI Singapore gaji crew ke 3 kapal ini sampai bulan September 2016 telah dibayarkan pada bulan lalu (Oktober 2016), tetapi untuk gaji bulan Oktober 2016 belum dibayarkan perusahaan sampai pada hari ini seperti yang dilaporkan oleh salah seorang Nakhoda dari ke tiga kapal tersebut.
 
Tekanan dan keadaan yang sangat memprihatinkan ini bisa berakibat fatal bagi para awak yang berada di atas kapal, kurangnya sosialisasi, lingkungan yang kecil hanya diatas kapal, overdue dari kontrak kerja yang ditetapkan, persoalan pribadi yang dialami oleh setiap crew kapal seperti orang tua yang meninggal, istri yang akan melahirkan, ditambah lagi dengan kurangnya bahan makanan dan minuman untuk mereka konsumsi bisa membuat mereka stress. Bahkan ada seorang crew kapal yang mencoba bunuh diri dengan terjun dari atas kapal seperti yang diberitakan oleh SPASH 247 pada tanggal 26 Oktober 2016.
  
Yang lebih menyedihkan lagi adalah dikala perusahaan mendapatkan untung besar dari bisnisnya ini sementara crew kapal kapal mereka menderita dan stranded di Dubai anchorage dengan keadaan kekurangan makanan, sangat tragis!
 
Photo
Photo: Kondisi provision store ketiga kapal Swiber ini dalam keaadan menyedihkan dan crew kapal kehabisan bahan makanan dan minuman.
 
Semoga pihak pihak terkait yang sedang bekerja sekarang bisa mempercepat proses penyelesaian masalah yang dialami oleh perusahaan ini kedepannya. Ini memang sudah menjadi masalah besar bagi pekerja di atas kapal, hukum yang menaungi mereka masih sangat lemah, mereka adalah ujung tombak keberhasilan sebuah perusahaan pelayaran yang sering menjadi korban apabila perusahaan pelayaran mengalami kebangkrutan seperti Swiber Offshore ini. Keadaan seperti ini mungkin banyak terjadi akhir akhir ini, masalahnya adalah banyak yang tidak melaporkan kepada yang berwajib untuk di tindak lanjuti dengan cepat dan benar. Diharapkan kedepannya masalah masalah seperti ini bisa segera dilaporkan, diselesaikan secara cepat dan professional. Lalu di record untuk  bahan pembelajaran dan strategi perbaikan  kedepannya demi kesejahteraan para pelaut yang merupakan pahlawan devisa bagi Negara Indonesia. (D.Simatupang/Dubai).
Source : emaritim.com