10 Pabrik Regasifikasi LNG di China Kembali Beroperasi

Kapal kargo Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair kelima bersandar di Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (25/6).

Bisnis.com, JAKARTA – Sedikitnya 10 pabrik gas alam cair (LNG) di China telah memulai produksi dalam seminggu terakhir setelah pemerintah memotong pasokan LNG. Hal itu menandakan bahwa krisis pasokan gas di China mulai mereda. Hal itu dikatakan oleh sumber dari beberapa perusahaan LNG tersebut.

Kembali beroperasinya pabrik LNG, yang mencairkan (regasifikasi) LNG dalam negeri yang kemudian dikirim ke pengguna akhir, telah meningkatkan pasokan LNG di China. Hal itu sekaligus mendorong harga LNG di China turun.

Pengoperasian kembali pengolahan LNG ini juga merupakan pertanda bahwa produsen gas milik negara Sinopec dan China National Petroleum Corp telah melanjutkan pemipaan gas ke fasilitas tersebut setelah pemerintah memerintahkan mereka untuk mengalihkan pengiriman dari pabrik ke pengguna perumahan.

Yangcheng Shuntianda Gas Corp, yang berbasis di provinsi Shanxi China, sebelah barat daya Ibu Kota Beijing, telah memulai kembali pabriknya, dengan kapasitas untuk mencairkan 500.000 meter kubik gas, setelah ditutup pada Desember, kata seorang manajer penjualan di perusahaan yang hanya memberikan nama keluarganya Wang mengatakan kepada Reuters.

“Kami kehilangan 20 juta yuan (US$3,2 juta) setiap bulan karena kami tidak memproduksi apa pun. Bos kami berada di bawah tekanan ekstrim dari bank untuk melunasi pinjaman,” kata Wang.

Yulin Huachen, yang mengelola pabrik berukuran serupa di provinsi Shaanxi, memulai separuh dari produksinya akhir pekan lalu setelah ditutup selama lebih dari 2 bulan, kata seorang manajer penjualan perusahaan, yang menolak untuk diidentifikasi karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Sinopec dan CNPC memotong pasokan gas ke pabrik LNG untuk memenuhi permintaan yang baru dibuat dari konsumen perumahan. Para pembeli mengkonversi ke gas atau pemanas listrik menjelang musim dingin ini untuk mengurangi polusi udara akibat pemanasan batu bara.

Perusahaan tidak dapat mengatasi permintaan ekstra karena infrastruktur yang tidak memadai dan output domestik yang tidak mencukupi. Aturan pemerintah mengenai perpindahan bahan bakar juga memprioritaskan pengguna perumahan dibandingkan konsumen industri.

CNPC dan Sinopec menolak berkomentar mengenai apakah mereka telah mengirim kembali pengiriman gas pipa ke pengguna LNG.

Lebih banyak pabrik LNG diperkirakan akan kembali beroperasi dalam beberapa minggu mendatang karena pasokan gas membaik, kata Zhang Mengjie, analis gas di Grup Informasi Longzhong yang berbasis di Shandong.

Data dari Longzhong menunjukkan bahwa pabrik LNG beroperasi pada kapasitas hanya 27% minggu lalu, dibandingkan 38% pada tahun lalu.

Source : bisnis.com