PIPA GAS BAWAH LAUT BOCOR, Aktivitas Produksi Tak Terganggu

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi memastikan kebocoran pipa gas bawah laut di Bojonegara, Banten tidak menganggu aktivitas produksi gas alam.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan kebocoran pipa gas milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) hanya berdampak pada distribusi.

“Sumur hulu tidak ada yang terpengaruh. Jadi, sumur produksi masih tetap, cuma diatur aja alirannya. Tidak ada sumur yang ditutup,” ujarnya ketika ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (10/7).

Namun, hingga saat ini, pasokan gas sebanyak 50 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) masih dihentikan. Pipa tersebut mengalirkan gas dari Blok South East Sumatera (SES) ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Dan Uap (PLTGU) Cilegon.

Hingga Selasa (10/7), pukul 15.46 WIB, tim penyelam sudah bersiap-siap untuk melakukan pengecekan. Dari laporan sementara, kadar gas semburan, efek kebocoran, sudah 0%. Namun, penyebab kebocoran pipa masih dalam investigasi.

Pihaknya juga belum bisa memastikan kebutuhan waktu penghentian sementara pasokan tersebut. Dia hanya bisa memastikan SKK masih akan terus memonitor perkembangan dan penanganan kebocoran pipa gas.

“Nanti tergantung sampai seberapa jauh itu harus diperbaiki. [Indikasi penyebab] belum [diketahui secara pasti], saya monitor terus,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait dengan suplai gas ke PLTGU Cilegon berkapasitas 660 MW, Wisnu mengaku hingga saat ini tidak ada keluhan dari PLN. Namun, koordinasi dengan perusahaan pelat merah itu masih terus dilakukan.

“Sampai sekarang belum [ada keluhan], tetapi yang pasti, kami harus mitigasi kejadian ini. Fokus kami memang lebih kepada penanganan segera. Kami cek sampai seberapa jauh kerusakan yang terjadi dan upaya perbaikan secepat mungkin,” jelasnya.

Melalui keterangan resmi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. mengaku siap mengamankan pasokan gas ke PLTGU Cilegon milik PLN yang terganggu akibat kebocoran pipa gas tersebut.

Apalagi, PLTGU Cilegon diketahui memasok listrik ke sistem pembangkitan Jawa Bali sebesar 150 kilovolt ampere (kVA) dengan kebutuhan pasokan gas 120 miliar thermal unit per hari (BBtud). Sesuai dengan kontrak, pasokan gas ke PLTGU Cilegon sebanyak 60—90 BBtud. PGN memasok gas alam 27,27—40 BBtud untuk kebutuhan pembangkit tersebut. Kemampuan PGN disebut hingga 60 BBtud.

“Jadi kami siap menggantikan gas akibat kebocoran, jika dibutuhkan demi menjaga pasokan listrik ke masyarakat,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

Rachmat mengaku, PGN masih akan menunggu konfirmasi dari PLN terkait dengan tambahan pasokan yang bisa disediakan oleh PGN sewaktu-waktu.

Source : bisnis.com