PHE WMO Turut Serta dalam Evakuasi Korban Kebakaran KMP Gerbang Samudra 1

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran yang melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudra I pada Minggu (2/12/2108) dini hari lalu, mendapat bantuan dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) FSO.

Yaitu dengan adanya kapal CB Pan Marine 11 yang melihat pertama kali saat KMP Gerbang Samudra I terbakar di tengah laut yakni Minggu (2/12/2018) dini hari, tepatnya pukul 00.50 WIB.

Kapal yang berfungsi sebagai pengantar crew PHE WMO, sedang dalam perjalanan mengantar crew yang bertugas di anjungan lepas pantai (Platform) PHE 38/MOPU BOSS ONE.

“Di kegelapan malam, CB Pan Marine 11 melihat secara visual di udara dua kali parachute signal. Sesuai prosedur, karena itu mereka melapor dan miminta izin untuk menuju lokasi pancaran sinyal marabahaya tersebut,” jelas General Manager PHE WMO Kuncoro Kukuh, Senin (3/12/2018).

CB Pan Marine 11 punya kewajiban membantu jika ada kapal lain yang berada dalam bahaya.

Saat bersamaan diterima Mayday Mayday Mayday dari VHF ch 16 (Channel Khusus Marabahaya), menginformasikan nama kapal KMP Gerbang Samudra I dalam kondisi sudah terbakar.

“CB.Pan Marine 11 melapor dan meminta izin ke FSO Pertamina Aberkah dan diterima oleh petugas Radio Operator (Bapak Susanto), serta meneruskan ke Marine Supt on duty. Saat itu juga Marine Supt on duty (Capt Hari Adi Sucipto) memberi perintah CB Pan Marine 11 langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan dan evakuasi jika diperlukan,” ungkap Kuncoro.

Dalam perjalanan melakukan penyelamatan itu, CB Pan Marine 11 terdiri dari 8 kru.

Sambil tancap gas membelah lautan yang dingin, mereka melaporkan posisi kapal yang terbakar itu berada sekitar+/- 4.5 NM dari lokasi PHE-23 atau area Mopu BossOne.

Karena relatif dekat dengan fasilitas produksi PHE WMO, Radio Operator menghubungi petugas yang ada di Mopu Boss 1 agar ikut memonitor pergerakan kapal yang terlihat terbakar itu.Tujuannya, memastikan jangan sampai kapal yang terbakar dan sedang terombang-ambing di tengah laut itu membahayakan fasilitas produksi PHE WMO.

Menerima Update Koordinat KMP GERBANG SAMUDRA I dari CB Pan Marine 11, Berdasarkan data di AIS (Automatic Identification System ) di Utara PHE 23 sekitar 4 NM LAT:06-35.975 S – LONG: 112-54.389 E.

Begitu mendekati ke lokasi terlihat penumpang KMP Gerbang Samudra I sudah terjun ke laut.

Mereka berenang lengkap dengan live jacket.

Para penumpang yang sedang panik itu dengan penuh semangat berenang mendekati Kapal CB Pan Marine 11.

“Radio Operator melapor ke Kepanduan Karang Jamuang status penumpang yang terselamatkan sudah sekitar 90 persen. Sebagian lagi masih ada di atas kapal karena takut berenang,” terang Koncoro Kukuh.

Mengetahui masih ada penumpang yang bertahan di atas kapal yang sedang terbakar, petugas Kapal CB Pan Marine 11 mendekat area yang aman dari KMP Gerbang Samudra I.

Akhirnya dengan perhitungan yang matang, termasuk memastikan keselamatan Kapal CB Pan Marine 11, kapal itu bisa menempel KMP Gerbang Samudra-1.

“Penumpang langsung menyeberang. Sehingga semua bisa diselematkan. Setelah itu CB Pan Marine 11 Melanjutkan pencarian korban yang belum ditemukan termasuk nahkoda kapal dan 2 kadet wanita,” jelas Kukuh.

Dari awak kapal KMP Gerbang Samudra I, jumlah penumpang kapal dan awak sekitar 100 orang.Di tengah proses pencarian itulah, didapat informasi KM Tanto Rejeki mendekat di Lokasi KMP Gerbang Samudra I.

Sementara Kepanduan Karang Jamuang juga memerintahkan KMP Kumala yang sedang berlayar di sekitar lokasi kecelakaan juga membantu evakuasi.

Sekitar pukul 02.30 WIB, KMP Kumala tiba di lokasi, langsung berkoordinasi dengan CB Pan Marine 11 mengenai kondisi penumpang KMP Gerbang Samudra I.

Hasilnya, penumpang yang berhasil diselamatkan CB Pan Marine 11 secepatnya agar dipindahkan ke KMP Kumala.

“Karena fokus awak kapal CB Pan Marine 11 adalah evakuasi, tidak diketahui persis yang telah diselamatkan. Petugas percaya bahwa penumpang sekitar 100 orang, ternyata saat pemindahan awal diketahui jumlah yang selamat ada 121 orang. Tapi transfer penumpang kan juga dilakukan di gelap malam dan kepanikan,” ungkap Kuncoro.

Setelah benar-benar tenang, pendataan dilakukan lagi di KMP Kumala, ternyata penumpang yang diselematkan CB Pan Marine 11 total 145 penumpang.

Rinciannya, penumpang dewasa 81 orang, anak-anak 5 orang, bayi 2 orang, supir 26 orang, kru 31 orang.

“Bisa dibayangkan bagaimana kondisi Kapal CB Pan Marine 11 yang berkapasitas 62 orang ternyata menyelamatkan 145 penumpang. Heroisme 8 awak kapal CB Pan Marine 11 dalam melakukan penyelamatan penumpang KMP Gerbang Samudra 1 sangat luar biasa,” tambah Kuncoro.

Manajemen PHE WMO memberi apresiasi setinggi-tingginya.

Mereka menunjukkan jiwa bahari sejati dan membawa nama baik PHE WMO, Pertamina dan sekaligus SKK Migas.

Kapal SAR Widura lalu melakukan penyisiran untuk mencari korban yang belum diketemukan.

Namun pekerjaan besar menyelamatkan sebagian besar penumpang telah berhasil dengan baik.

Tug Boat Hantaran Sukses telah berhasil menarik kapal yang terbakar itu menjauh dari fasilitas Produksi PHE WMO. (Sri Handi Lestari)

Source : tribunnews.com