Pertamina Beri Kompensasi Dampak Tumpahan Minyak Karawang

?Pertamina Beri Kompensasi Dampak Tumpahan Minyak KarawangPT. Pertamina (Persero).

Jakarta, CNN Indonesia — PT Pertamina (Persero) disebut bakal memberi kompensasi kepada nelayan yang terkena dampak kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ). Lokasinya sekitar 7 mil dari bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/7).

Kendati demikian, Luhut tidak tahu nilai kompensasi yang telah disiapkan oleh perusahaan plat merah tersebut. Dia hanya mengungkapkan kompensasi diberikan sebagai ganti rugi untuk nelayan yang terkena dampak tumpahan minyak di perairan Karawang.

“Iya, justru itu. Jadi semua akan dikasih, dibayar kompensasinya oleh mereka (Pertamina),” kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/7).

Lihat juga:ESDM Bidik Kapasitas PLTS Bertambah 1.430 MW dari BUMN

Luhut menyatakan Direktur Hulu PT Pertamina Dharmawan Samsu sudah melapor kepada dirinya pada Jumat pekan lalu terkait penanganan kebocoran minyak di perairan Karawang itu.

Menurut Luhut, Pertamina telah menggandeng perusahaan yang menangani tumpahan minyak di Teluk Meksiko beberapa waktu lalu.

“Saya kira sudah ditangani dengan baik. kejadian kecelakaan ini kan bisa terjadi di mana saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum ingin menyebut dalang dari kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

Lihat juga:RI-UEA Teken MoU 12 Kerja Sama Ekonomi, Potensi Rp136 Triliun

Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan secara mendalam.

“Belum tahu, saya tidak berani bicara itu perusahaan X atau lain sebagainya itu harus dicek karena minyak itu kan juga bisa dicek fingerprint-nya. Jadi, kita bisa tahu bahwa minyak itu berasal dari mana tapi kita belum sampai ke situ,” kata Vivien kepada awak media di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (28/7).

Vivien kembali menegaskan bahwa KLHK sampai saat ini tengah melakukan deliniasi (penarikan garis batas sementara suatu objek atau wilayah) untuk dilakukan pemulihan pasca kebocoran minyak itu.

Selain itu, KLHK juga tengah mengukur dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dan akan segera melakukan pemulihan terhadap wilayah yang tercemar limbah minyak.

Source : cnnindonesia.com