Penguatan Harga Minyak Belum Dongkrak Investasi Hulu Migas

Penguatan Harga Minyak Belum Dongkrak Investasi Hulu MigasHarga minyak naik

Bisnis.com, JAKARTA — Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mematok investasi hulu migas 2018 mencapai US$11 miliar.

Sayangnya, outlook investasi tahun ini pun masih jauh dari target yang dipatok senilai US$14,2 miliar atau sebesar 78,84% dari perencanaan. Proyeksi tersebut relatif sama seperti realisasi investasi 2017 dengan persentase 75,92% dari target.

Hingga Kuartal III/2018, realisasi investasi hulu migas tercatat US$7,9 miliar atau 56% dari target tahun ini. Capaian sembilan bulan pertama 2018, memang lebih tinggi dari realisasi investasi Januari – 5 Oktober 2017 senilai US$6,74 miliar dengan US$6,18 miliar.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan masih ada beberapa program eksplorasi dan pengembangan yang masih berjalan dan belum selesai, sehingga belum terekam investasinya.

Menurutnya, terkait outlook investasi 2018 ditentukan berdasarkan pertimbangan kondisi terkini dengna merujuk realisasi kegiatan dan perkiraan tambahan kegiatan pada kuartal IV/2018.

“Harapannya bisa sesuai target dan nilai investasi bisa maksimal. Datanya dinamis dan terus kami monitor hingga akhir tahun,” tuturnya, Jumat (5/10/2018).

Salah satu faktor investasi hulu migas, lanjut Wisnu, adalah harga minyak dunia. Menurutnya, jika harga rendah maka investasinya pun menurun. Pasalnya, investasi sangat memperhitungkan keekonomian, sehingga ketika harga membaik investasi secara nilai juga naik.

Sayangnya, dengan adanya peningkatan harga minyak tahun ini, pergerakan realisasi investasi masih belum signifikan. Tahun lalu, rerata harga ICP 2017 tercatat US$51,19 per barel, sementara hingga September 2018 harga ICP terendah berada pada titik US$61,61 per barel.

Wisnu menampik ada keraguan dari investor sektor hulu migas menggelontorkan dananya. “Mungkin lebih tepatnya kehati-hatian, karena dalam pelaksanaan program tetap mengedepankan efisiensi dan optimalisasi biaya,” tambahnya.

Source : bisnis.com