Pelayaran Global Siap Boyong Kapal Jumbo ke Priok

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menperin Airlangga Hartarto (kiri), Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menhub Budi Karya Sumadi dan Mendag Enggartiasto Lukita menekan tombol pelepasan ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa, di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan beberapa perusahaan pelayaran global tertarik untuk membuka pelayaran langsung atau direct call dengan membawa kapal kontainer raksasa. Minat tersebut muncul seiring dengan peningkatan jumlah kargo ekspor dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Operasional & Sistem Informasi IPC, Prasetyadi mengatakan perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan pelayaran yang membuka direct call dari Tanjung Priok. Salah satu di antaranya bakal memboyong kapal berkapasitas 14.000 TEUs (twenty-foot equivalent unit).

“[Perusahaan pelayaran] yang punya join slot juga tertarik karena mereka punya kapal yang [berkapasitas] 18.000 TEUs,” jelasnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Untuk diketahui, sejak April 2017, IPC sudah melayani penanganan kargo dari rute JAX Service yang dilayani Grup CMA CGM, perusahaan pelayaran asal Perancis. Kemerin, Presiden Joko Widodo secara simbolis melepas kapal CMA CGM Tage yang membawa muatan ekspor ke Los Angeles, Amerika Serikat. Kapal berbendera Malta itu membongkat 1.905 TEUs dan memuat 2.385 TEUs.

Muatan yang diangkut kapal berbendera Malta itu berasal dari berbagai daerah ; seperti ikan beku dari Bitung ; barang elektronik dari Surabaya ; furnitur dan alas kaki dari Semarang ; karet dan kertas dari Medan ; serta garmen, ban, sepatu dari Bandung dan Jabodetabek.

Prasetyadi mengatakan, saat ini IPC telah mengoperasikan terminal khusus alih muat (transhipment) kargo domestik. Tahun lalu, kargo transhipment domestik hanya mencapai kisaran 1.000 TEUs. Namun, saat ini jumlah kargo terus meningkat sehingga CMA CGM mengerahkan kapal yang lebih besar ke Tanjung Priok.

Source : bisnis.com