Pelabuhan Tanjung Priok Dihapus dari Daftar War Risk

maritimenews.idTanjung Priok Port (Photographer: Andi Setyawan/NMN)

JAKARTA, NMN – Ada kabar yang menggembirakan dari industri kepelabuhan Indonesia. Joint War Committe telah mengeluarkan rilis terbaru pada tanggal 14 Juni 2018 yang menyatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta telah dihapus dari daftar hitam pelabuhan beresiko perang (war risk) dan dinyatakan aman untuk kegiatan pelayaran dunia.

Joint War Committee merupakan sebuah lembaga non government di London yang terdiri dari wakil-wakil Lloyds of London Market dan International Underwriting Association (IUA).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menyatakan bahwa dinyatakannya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebagai pelabuhan yang aman oleh JWC merupakan berita yang sangat baik. Mengingat sebelumnya, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta masuk ke dalam daftar pelabuhan beresiko perang (war risk) pada rilis yang dikeluarkan JWC bulan September 2017 lalu.

Penghapusan ini tentunya akan menghilangkan tambahan biaya premi asuransi yang sebelumnya dibebankan pada pemilik kapal. Sehingga diharapkan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lebih kompetitif.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan usaha kita semua akhirnya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta bisa dihapuskan dalam rilis war risk yang dikeluarkan JWC tersebut. Ini menunjukan adanya kepercayaan dunia pelayaran terutama dunia pelayaran internasional terhadap Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta,” kata Dirjen Agus.

Dalam rilis war risk Joint War Committee tertanggal 14 Juni 2018, perairan dunia terbagi menjadi 5 kawasan dengan negara-negara atau perairan yang dikategorikan sebagai war risk yaitu kawasan Afrika yaitu Libya, Somalia, Nigeria dan Togo. Kawasan Samudera Hindia yaitu Laut Hindia, Laut Arab, Teluk Eden, Teluk Oman dan Laut Merah. Dan kawasan Asia yaitu Pakistan, kawasan Asia Tengah yaitu Irana, Irak, Lebanon, Saudi Arabia, Syria dan Yaman serta kawasan Amerika Selatan yaitu perairan Venezuela.

 

Source: maritimenews.id