Oman Sebut Harga Minyak Mentah Tak Akan di Atas 80 Dollar AS

Ilustrasi produksi minyak

MUSCAT, KOMPAS.com – Harga minyak diperkirakan tidak akan turun dari level 70 dollar AS per barrel. Menteri Gas dan Minyak Oman Mohammed bin Hamd Al Rumhy berpendapat, harga minyak dunia saat ini bisa dikatakan cukup adil.
“Saya pikir selama sisa tahun ini kita akan melihat harga minyak di kisaran 70 dollar AS dan lebih tinggi dari harga 70-an dollar AS,” ujar dia.
Dikutip dari CNBC, dia juga berharap Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak Dunia (OPEC) untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar akan minyak mentah.
“Sehingga, (dengan kebutuhan yang terpenuhi), kita harus memastikan konsumen tidak terdampak (meningkatnya harga minyak), dan kami pikir harga saat ini cukup adil,” ujar dia.
Baca juga: India Bakal Geser China Jadi Sumber Permintaan Minyak Dunia
Menurut dia, dengan harga minyak yang stabil di kisaran 70 dollar AS hingga 80 dollar AS per barrel dapat menjaga investasi serta terus menumbuhkan bisnis yang bisa memberikan kepastian jika dibandingkan ketika harga minya masih di kisaran 30 hingga 40 dollar AS per barrel.
Namun dia menyangsikan prediksi analis yang mengatakan harga minyak dapat tumbuh menjadi 90 dollar AS per barrel.
Oman sendiri merupakan salah satu negara non OPEC yang meroduksi minyak dalam jumlah yang cukup besar di Timur Tengah namun sempat terdampak anjloknya harga minyak pada tahun 2015 lalu. Namun pada tahun 2016 terdapat penandatangan kerja sama antara negara OPEC dengan Non OPEC seperti Rusia yang memutuskan untuk sedikit memangkas produksi minyak sebagai langkah stabilitas harga.
Kesepakatan tersebut berhasil membuat harga minyak tidak terjaga terlalu rendah, dengan harga saat ini di sekitar 70 dollar AS per barrel, meskipun AS telah mengkritik kenaikan harga.

Source : kompas.com