Jokowi Harap RI-Singapura Perbanyak Kerja Sama Bangun KEK

Jokowi Harap RI-Singapura Perbanyak Kerja Sama Bangun KEKPresiden Joko Widodo berharap Indonesia dan Singapura bisa bekerja sama lebih banyak untuk membangun dan mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Nusa Dua, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Indonesia dan Singapura bisa bekerja sama lebih banyak untuk membangun dan mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK). Saat ini kedua negara telah bekerja sama untuk mengembangkan Kendal Industrial Park, Jawa Tengah.

“Kendal Industrial Park sudah sejak 2016. Saya berharap ada kerja sama serupa yang bisa dilakukan di kawasan khusus lainnya,” kata Jokowi di Bali, Kamis (11/10).

Sebagai informasi, Kendal Industrial Park dikelola oleh PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd dengan luas yang mencapai 2.200 hektare (ha). Sebagai kawasan industri, di dalamnya terdapat beberapa lokasi, seperti tempat golf, kawasan perbelanjaan, apartrmen, dan klaster industri.

Lihat juga:IMF: Ekonomi 2018 Lebih Baik dari 2008, Tapi Tak Cukup Aman

“Saat ini sudah ada 43 investor (di Kendal Industrial Park),” jelas Jokowi.

Selain kerja sama di bidang KEK, Jokowi menginginkan agar kerja sama dengan negara ASEAN bisa ditingkatkan. Hal ini ia kemukakan kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pagi ini.

“Kita harus perkuat kontribusi ASEAN dalam stabilitas dunia termasuk kerja sama Indo-Pasifik,” tandas Jokowi.

Lihat juga:BI Ramal Defisit Transaksi Berjalan 2018 di Level 2,19 Persen

Swap dan Repo
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan Indonesia dan Singapura menandatangani kerja sama pertukaran mata uang (swap and repo) senilai US$10 miliar. Kerja sama ini dilakukan antara Bank Indonesia (BI) dengan Otoritas Moneter Singapura (Authority of Singapore/MAS).

“Saya harap ini meningkatkan kepercayaan investor Singapura untuk investasi di Indonesia,” pungkas Jokowi.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan yang pertama sejak pemerintah melakukan revisi perjanjian investasi pada 2014 lalu. Keputusan kerja sama tersebut merupakan respons atas ketidakpastian ekonomi global.

Lihat juga:IMF Minta Anggotanya Berdagang Secara Damai

Source : cnnindonesia.com