INSA Ingin Bunga Kredit Pembelian Kapal Turun

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (kiri) berbincang dengan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, di sela-sela diskusi Jembatan Timbang dan Kebijakan Penurunan Muatan Berlebih Angkutan Barang di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Bisnis.com, JAKARTA — DPP Indonesian National Shipowners Assosiation (INSA) mendesak adanya langkah lanjutan setelah penerapan asas cabotage berhasil menaikkan pangsa muatan domestik guna mendorong kualitas armada pelayaran nasional.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan langkah lanjutan itu berupa dukungan pendanaan dari bank nasional bagi pembangunan dan pembelian kapal.

“Dukungan pendanaan dari perbankan nasional dengan memberikan bunga yang kompetitif, dan jangka waktu pinjaman yang berjangka panjang dan prosedur persyaratan pinjaman yang lebih sederhana,” katanya saat membuka Rakernas INSA, Kamis (2/8/2018).

Menurutnya, INSA mengagendakan pertemuan dengan Bank Indonesia pada September untuk membicarakan kemudahan pembiayaan bagi industri pelayaran nasional.

Carmelita berharap bunga kredit pembelian kapal yang saat ini masih double digit bisa diturunkan. Dengan strategi itu, penambahan armada baru sekaligus peremajaan kapal-kapal tua dapat dilakukan.

“Di luar negeri bisa cuma 1%-2% saja, sementara di sini tinggi, bisa sampai 15%,” ungkapnya.

Sekretaris Umum DPP INSA Budhi Halim mengatakan pertumbuhan armada niaga nasional berkualitas harus diiringi dengan sumber daya manusia (SDM) pelaut yang sesuai dengan kebutuhan industri pelayaran mengingat perkembangan industri pelayaran nasional yang dinamis.

Budhi pun berharap kebijakan-kebijakan yang sudah terbukti berdampak positif bagi industri pelayaran nasional dapat berjalan secara konsisten, seperti kebijakan asas cabotage yang telah mengerek pertumbuhan jumlah armada niaga nasional dan industri terkait lainnya.

Source : bisnis.com