Gangguan Pasokan Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Gangguan Pasokan Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (27/6) waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan dipicu oleh merosotnya stok di AS dan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak mentah.

Persediaan minyak dunia terganggu akibat ketidakpastian ekspor dari Libya, gangguan produksi di Kanada, serta permintaan AS pada importir untuk berhenti membeli minyak mentah dari Iran mulai November mendatang.

Dilansir dari Reuters, Kamis (28/6), harga minyak mentah AS berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik US$2,23 atau 3,16 persen menjadi US$72,76 per barel. Harga WTI sempat menyentuh level US$73,06 per barel selama sesi perdagangan berlangsung, tertinggi sejak 28 November 2014.

Lihat juga:Harga Minyak Bikin Neraca Perdagangan Mei Defisit US$1,52 M

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah Brent sebesar US$1,31 per barel atau 1,7 persen menjadi US$77,62 per barel.

Dalam perdagangan pasca penutupan, kedua harga acuan minyak mentah juga terdongkrak. Harga WTI terkerek US$1,77 menjadi US$72,3 per barel dan harga Brent naik US$0,9 menjadi US$77,21 per barel pada pukul 15:51 EDT atau 19:51 GMT.

Partner Again Capital Management John Kilduff menilai kapasitas kecil yang tersisa masih bisa menutupi gangguan pasokan lebih jauh. Namun, dorongan kenaikan harga masih bisa terjadi karena peristiwa lain.

Analis Tyche Capital Tariq Zahir mengungkapkan mengingat harga minyak naik tajam pada dua sesi berturut-turut, beberapa pelaku pasar yang mengambil posisi beli akhirnya keluar dari pasar.

Berdasarkan data Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah AS turun hampir 10 juta barel pekan lalu, terdalam sejak September 2016. Sementara itu, stok bensin dan minyak distilasi meningkat di bawah ekspektasi.

Stok minyak mentah di hub pengiriman Cushing, Oklahoma untuk kontrak berjangka NYMEX juga turun sebesar 2,7 juta barel.

Lihat juga:BPS: Kenaikan Produksi OPEC Bisa Tekan Impor Minyak RI

Laporan terkait penurunan stok di Cushing diungkap sehari setelah pemberitaan mengenai gangguan produksi di pemasok minyak mentah Kanada. Fasilitas perminyakan Syncrude di Kanada yang berkapasikan 350 ribu barel per hari (bph) berhenti beroperasi setidaknya hingga Juli setelah mengalami pemadaman listrik pekan lalu.

“Pekan depan, pasar akan mendapatkan angka penyimpanan di Cushing yang telah memasukkan faktor gangguan di Syncrude selama tujuh hari. Berdasarkan perhitungan, diperkirakan penurunan stok lebih besar dibandingkan pekan ini akan terjadi,” ujar Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger.

Para analis menyatakan turunnya ekspor dari Kanada berkontribusi pada merosotnya pasokan minyak mentah di Amerika Utara.

Selain di Amerika Utara, para analis juga khawatir terhadap risiko gangguan pasokan dari Afrika dan Timur Tengah.

Di Libya, kisruh politik memicu ketidakpastian siapa yang akan menangani ekspor minyak di antara pemerintahan yang diakui secara internasional atau pihak pemberontak. Masa depan ekspor dari Iran juga masih menjadi pertanyaan mengingat AS telah meminta seluruh negara untuk menghentikan impor minyak dari Iran.

Meskipun sebagian negara menolak keputusan AS terhadap Iran, para analis memperkirakan ekspor minyak mentah dari Iran bakal berkurang signifikan sekitar 1 juta bph. Negara penghasil minyak mentah ketiga terbesar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) ini memproduksi sekitar 3,8 juta bph pada Mei lalu.

Konsultan Risiko Eurasia Group mengerek estimasinya terhadap kemungkinan berkurangnya pasokan minyak di pasar sebesar 700 ribu bph pada November mendatang. Hal itu bisa menjadi faktor pemicu kenaikan harga minyak.

Lihat juga:Mendag Siapkan Larangan Impor Susu dan Keju dari Uni Eropa

Guna mengantisipasi gangguan suplai, OPEC pekan lalu menyatakan bakal mengerek produksi minyak mentah.

Sumber Reuters mengatakan bahwa Arab Saudi berencana meningkatkan produksinya dari semula 10,8 juta bph pada bulan ini menjadi 11 juta bph pada Juli mendatang. (lav)

Source : cnnindonesia.com