Stok AS Susut, Harga Minyak Dunia Cenderung Naik

Stok AS Susut, Harga Minyak Dunia Cenderung Naik

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak mentah dunia cenderung bergerak naik pada perdagangan Selasa (29/10) waktu Amerika Serikat.

Mengutip Antara, harga minyak sempat melemah pada awal sesi lantaran perkiraan bertambahnya pasokan minyak mentah AS. Sementara itu, Wakil Menteri Energi Rusia menyebut masih terlalu cepat untuk membicarakan pengurangan pasokan dari anggota negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Namun, di akhir sesi harga minyak berjangka Brent berhasil menguat. Secara rinci diketahui, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi US$0,27 ke level US$55,54 per barel, sedangkan Brent naik US$0,02 menjadi US$61,59 per barel.

Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak dunia dipengaruhi oleh ekspektasi investor yang cukup percaya bahwa tensi perang dagang AS dan China akan mereda bulan depan.

Lihat juga:Erick Thohir Batasi Waktu Kesepakatan Proyek Kilang Cilacap

Selain itu, penurunan pasokan minyak AS yang turun juga menambah sentimen harga komoditas tersebut. Jumlah stok minyak Negeri Paman Sam tercatat menurun pekan lalu lantaran kilang yang beroperasi relatif rendah.

Pasokan bensin disebut-sebut turun 2,2 juta barel. Kemudian, minyak sulingan diproyeksi turun 2,4 juta barel.

“Pasar semakin khawatir tentang persediaan produk olahan dan itu mendukung (harga) minyak mentah. Kilang-kilang AS beroperasi pada kapasitas super rendah. Mereka alami tahun yang sulit,” ungkap Mitra di Again Capital LLC John Kilduff, dikutip Rabu (30/10).

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan operasi pengilangan AS berjalan lambat pada September 2019 karena digunakan untuk pemeliharaan musiman. Sejauh ini, total yang beroperasi hanya 85 persen dari jumlah kapasitas yang ada.

Informasi saja, harga minyak mentah AS WTI dan Brent terkoreksi pada perdagangan Senin (28/10). Tercatat, harga minyak WTI turun US$0,85 menjadi US$55,81 per barel dan Brent US$0,45 ke level US$61,57 per barel.

Source : cnnindonesia.com